Breaking News
Loading...

Diplomat Tinggi Suriah Bertemu Jaksa Penuntut ICC untuk Membahas Keadilan Bagi Warga Suriah

Syiahindonesia.com - Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani mengatakan pada Kamis (6/3/2025) bahwa dia bertemu dengan Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) Karim Khan di Den Haag untuk mendiskusikan keadilan transisi bagi rakyat Suriah.

Menulis di akun X-nya, Shaibani mengatakan bahwa pertemuan dengan Khan “meningkatkan jalan menuju keadilan transisi” bagi rakyat Suriah.

“Selama 14 tahun, dan bahkan jauh sebelum itu, dunia telah gagal mencapai keadilan bagi rakyat Suriah, yang telah mengalami kejahatan yang tak terlukiskan,” katanya, lansir Anadolu.

Diplomat tinggi tersebut mengatakan melalui proses peradilan yang dipimpin Suriah, “kami bergerak maju bersama komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban para penjahat (dari rezim sebelumnya) dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.”

Mengenai pertemuannya dengan Catherine Bomberger, Direktur Jenderal Komisi Internasional untuk Orang Hilang, Shaibani mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam mencari orang-orang yang dihilangkan secara paksa dan mengungkapkan nasib orang-orang yang hilang di Suriah.

“Kami tidak akan beristirahat sampai kami mengetahui nasib setiap orang hilang, atau sampai setiap keluarga mendapatkan haknya untuk mengetahui kebenaran dan berduka dengan tenang,” tambahnya.

Menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia Suriah, jumlah orang yang dihilangkan secara paksa di Suriah melebihi 112.000 orang, yang keberadaannya tidak ditemukan setelah menemukan dan membuka semua penjara rezim Bashar al-Assad yang terguling.

Pada 2011, Assad mencap para demonstran yang menyerukan Suriah yang bebas sebagai “teroris” dan mengerahkan pasukan keamanan kepada mereka, yang menyebabkan perang saudara yang merenggut ratusan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi.

Rezim Assad juga melancarkan sedikitnya 217 serangan kimia, menewaskan ribuan orang, menurut Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR).

SNHR telah mendokumentasikan lebih dari 16.200 orang yang terkait dengan kejahatan yang dilakukan di bawah rezim Assad, termasuk 6.724 mantan pejabat militer dan keamanan dan 9.476 yang terkait dengan milisi yang mendukung rezim.

Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada 8 Desember, mengakhiri rezim Partai Baath yang telah berkuasa sejak 1963.

Ahmed al-Sharaa, yang memimpin pasukan anti-rezim untuk menggulingkan Assad, dinyatakan sebagai presiden untuk masa transisi pada 29 Januari. (haninmazaya/arrahmah.id)





************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: