Breaking News
Loading...

Mengapa Syiah Selalu Berpura-Pura dalam Beragama (Taqiyah)?


 Syiahindonesia.com - Taqiyah adalah salah satu doktrin paling kontroversial dalam ajaran Syiah. Secara sederhana, taqiyah berarti menyembunyikan keyakinan atau berpura-pura dalam beragama demi keselamatan atau kepentingan tertentu. Dalam perspektif Ahlus Sunnah wal Jamaah, kejujuran adalah prinsip utama dalam Islam, sementara taqiyah dianggap sebagai praktik yang membuka peluang bagi kebohongan dan manipulasi dalam agama.

Lantas, mengapa taqiyah menjadi bagian penting dalam ajaran Syiah? Apakah ada dasar syar’i yang membenarkan praktik ini, ataukah ini hanya strategi politik dan ideologi mereka untuk menyusup ke dalam komunitas Muslim?

Definisi dan Dalil Taqiyah dalam Syiah

Taqiyah dalam ajaran Syiah adalah doktrin yang mengizinkan penganutnya untuk menyembunyikan keyakinan mereka atau berpura-pura setia terhadap suatu ajaran yang tidak mereka yakini. Para ulama Syiah sendiri mengakui bahwa tanpa taqiyah, agama mereka tidak akan bertahan.

Dalam kitab Syiah, disebutkan:

🔹 Imam Ja'far Ash-Shadiq berkata:
"Taqiyah adalah bagian dari agamaku dan agama nenek moyangku. Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki taqiyah." (Bihar Al-Anwar, 75/421)

🔹 Imam Khomeini, pemimpin revolusi Syiah Iran, menyatakan:
"Tanpa taqiyah, kita tidak akan memiliki agama." (Kitab Al-Hukumah Al-Islamiyah, 142)

Dalil yang sering digunakan Syiah untuk membenarkan taqiyah adalah firman Allah:

إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ
"Kecuali orang yang dipaksa (kafir), padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan..." (QS. An-Nahl: 106)

Namun, ayat ini turun dalam konteks yang berbeda, yaitu mengenai sahabat Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu yang terpaksa mengucapkan kata-kata kufur karena disiksa oleh kaum musyrikin. Ini bukan dalil umum yang membolehkan seorang Muslim untuk terus-menerus berpura-pura dalam beragama.

Mengapa Taqiyah Berbahaya?

  1. Bertentangan dengan Prinsip Kejujuran dalam Islam

    • Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bersikap jujur. Rasulullah ﷺ bersabda:
      "Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga..." (HR. Bukhari dan Muslim)
    • Jika taqiyah dijadikan strategi hidup, maka akan sulit membedakan mana kebenaran dan mana kepalsuan dalam ajaran Syiah.
  2. Membuka Peluang Manipulasi dan Penyusupan

    • Syiah sering menggunakan taqiyah untuk menyusup ke dalam komunitas Sunni dengan berpura-pura setia, lalu menyebarkan doktrin mereka secara perlahan.
    • Contohnya adalah infiltrasi politik dan pengaruh Iran di dunia Islam dengan menggunakan doktrin taqiyah untuk menyembunyikan niat sebenarnya.
  3. Membuat Perpecahan di Tengah Umat Islam

    • Sunni dan Syiah sering kali tidak bisa membangun kepercayaan karena taqiyah. Bagaimana mungkin kita bisa percaya pada orang yang memiliki doktrin untuk berpura-pura dalam beragama?

Pandangan Ulama Ahlus Sunnah terhadap Taqiyah

Para ulama Sunni sepakat bahwa taqiyah sebagaimana yang diajarkan dalam Syiah adalah bentuk kebohongan yang dihalalkan. Padahal dalam Islam, kebohongan adalah perbuatan dosa besar.

Imam Malik rahimahullah berkata:
"Seandainya setiap orang yang mengaku dipaksa boleh melakukan taqiyah, maka niscaya Islam akan hancur karena kebohongan." (Al-I'tisham, 1/216)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan:
"Taqiyah yang dilakukan Syiah bukanlah untuk menjaga agama, tetapi untuk menyebarkan kebohongan dan menyusup ke dalam barisan umat Islam." (Madarij As-Salikin, 1/145)

Kesimpulan: Mengapa Sunni Menolak Taqiyah?

  1. Taqiyah membuka peluang kebohongan dan manipulasi dalam agama.
  2. Islam menekankan kejujuran sebagai prinsip utama dalam kehidupan.
  3. Praktik taqiyah sering kali digunakan Syiah untuk menyusup ke komunitas Muslim Sunni.
  4. Tidak ada dalil yang membenarkan taqiyah sebagai bagian dari keimanan yang sah dalam Islam.

Dengan demikian, umat Islam harus waspada terhadap ajaran yang membolehkan kepura-puraan dalam beragama. Agama Islam adalah agama yang berdiri di atas kejujuran, bukan kebohongan.

Semoga Allah menjaga kita dari segala bentuk penyimpangan dan memberikan kita pemahaman yang lurus tentang agama-Nya.



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: