Syiahindonesia.com - Dalam perdebatan teologis antara Ahlus Sunnah dan Syiah, sering kali ditemukan penggunaan dalil-dalil yang dipelintir oleh Syiah untuk mendukung keyakinan mereka. Mereka menafsirkan ayat Al-Qur'an dan hadits dengan cara yang menyimpang dari pemahaman para ulama salaf, sehingga menghasilkan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam yang murni. Lantas, bagaimana bentuk penyimpangan ini, dan bagaimana bantahan terhadapnya?
1. Tafsir Al-Qur'an yang Disesuaikan dengan Aqidah Syiah
Syiah sering menafsirkan ayat Al-Qur'an secara sepihak untuk membenarkan konsep imamah, taqiyah, dan kebencian terhadap sahabat. Berikut beberapa contohnya:
QS. Al-Ma'idah: 55
"إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ"
("Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dalam keadaan ruku'.")
Syiah mengklaim bahwa ayat ini turun tentang Ali bin Abi Thalib yang memberikan sedekah dalam keadaan ruku'. Namun, tafsir ini tidak didukung oleh riwayat shahih dan tidak ada perintah dalam Islam untuk membayar zakat saat ruku'.
QS. Al-Ahzab: 33 (Ayat Tathhir)
"إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا"
("Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.")
Syiah mengklaim bahwa ayat ini hanya berlaku untuk Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. Padahal, dalam konteks ayat, Allah berbicara tentang istri-istri Nabi ﷺ yang juga termasuk dalam Ahlul Bait.
2. Distorsi Hadits untuk Mendukung Imamah
Syiah menggunakan hadits-hadits dhaif atau menyelewengkan makna hadits shahih untuk membela konsep imamah. Berikut beberapa contohnya:
Hadits Ghadir Khum
"مَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَعَلِيٌّ مَوْلَاهُ"
("Barang siapa yang menjadikanku sebagai maula, maka Ali adalah maulanya.")
Syiah menafsirkan kata "maula" sebagai pemimpin yang wajib diikuti, padahal dalam konteks bahasa Arab, "maula" juga berarti sahabat atau penolong. Para sahabat tidak memahami hadits ini sebagai penunjukan Ali sebagai imam.
Hadits Dua Belas Khalifah
"لَا يَزَالُ الدِّينُ قَائِمًا حَتَّى يَكُونَ عَلَيْكُمُ اثْنَا عَشَرَ خَلِيفَةً"
("Agama ini akan tetap tegak hingga ada dua belas khalifah.")
Syiah mengklaim hadits ini sebagai bukti keberadaan dua belas imam mereka, padahal hadits ini berbicara tentang khalifah dari kalangan Quraisy, yang dalam sejarah Islam diidentifikasi sebagai para khalifah dari Bani Umayyah, Abbasiyah, dan lainnya.
3. Penggunaan Riwayat Palsu untuk Menyerang Sahabat
Salah satu cara Syiah menyesatkan umat adalah dengan menyebarkan riwayat-riwayat lemah atau palsu yang menjelekkan para sahabat, terutama Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Contoh riwayat yang sering digunakan:
Klaim bahwa Abu Bakar dan Umar merebut hak Fatimah: Syiah menyebarkan narasi bahwa mereka menzalimi Sayyidah Fatimah terkait tanah Fadak, padahal keputusan Abu Bakar didasarkan pada hadits Rasulullah ﷺ bahwa para nabi tidak mewariskan harta (HR. Bukhari dan Muslim).
Klaim bahwa Umar bin Khattab membakar rumah Fatimah: Ini adalah riwayat yang tidak memiliki dasar kuat dalam hadits shahih dan ditolak oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah.
4. Kesimpulan
Syiah sering kali menggunakan dalil secara tidak ilmiah dengan menyelewengkan tafsir Al-Qur'an, mendistorsi hadits, dan menyebarkan riwayat palsu. Umat Islam perlu berhati-hati dan merujuk kepada ulama Ahlus Sunnah yang berpegang teguh pada metode tafsir yang benar dan sanad hadits yang shahih. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari penyimpangan dalam memahami ajaran Islam yang lurus.
(Albert/Syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: