Syiahindonesia.com - Syiah merupakan salah satu sekte dalam Islam yang memiliki banyak perbedaan aqidah dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Salah satu tindakan yang sering dikaitkan dengan Syiah adalah penyebaran fitnah terhadap Islam dan kaum Muslimin. Fitnah ini tidak hanya terjadi di masa kini, tetapi juga memiliki akar sejarah yang panjang. Artikel ini akan mengulas bagaimana Syiah berperan dalam berbagai fitnah terhadap Islam berdasarkan sumber otentik mereka serta membantahnya dengan Al-Qur'an, hadits, dan pendapat ulama.
Sejarah Fitnah Syiah terhadap Islam
1. Peran Syiah dalam Tragedi Karbala
Tragedi Karbala sering digunakan Syiah untuk menyebarkan kebencian terhadap Ahlus Sunnah. Mereka mengklaim bahwa kaum Sunni bertanggung jawab atas kematian Husain bin Ali. Namun, dalam sejarah, justru pengkhianatan pendukung Syiah Kufah yang menyebabkan Husain terbunuh.
"Ketika Husain tiba di Karbala, para pendukungnya dari Kufah tidak menepati janji mereka dan malah meninggalkannya dalam keadaan sendirian." (Tarikh Al-Tabari, Juz 5, Halaman 389)
Ini menunjukkan bahwa kaum Syiah sendiri yang berperan dalam kejadian tersebut, namun mereka memutarbalikkan fakta untuk menyalahkan Sunni.
2. Pengkhianatan Syiah terhadap Khalifah Islam
Dalam sejarah Islam, Syiah berulang kali berkhianat kepada pemerintahan Islam, seperti:
Pengkhianatan Syiah terhadap Khalifah Utsman bin Affan, yang mereka benci dan fitnah hingga terbunuh.
Peran Syiah dalam jatuhnya Baghdad oleh Mongol (1258 M), di mana menteri Syiah, Ibn Al-Alqami, bersekongkol dengan pasukan Mongol untuk menghancurkan kekhalifahan Abbasiyah.
Fitnah Syiah dalam Kitab-Kitab Mereka
1. Menganggap Ahlus Sunnah sebagai Kafir
Dalam kitab Bihar Al-Anwar, disebutkan:
"Barang siapa yang tidak beriman kepada Imamah, maka dia adalah kafir dan najis." (Bihar Al-Anwar, Juz 23, Halaman 390)
Ini membuktikan bahwa mereka menganggap seluruh Muslim yang tidak mengikuti Syiah sebagai kafir, bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
2. Merendahkan Sahabat Nabi
Syiah sangat membenci para sahabat Nabi, terutama Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Dalam kitab Al-Kafi, mereka mencela sahabat dengan keras:
"Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar adalah dua berhala Quraisy yang wajib dikutuk." (Al-Kafi, Juz 8, Halaman 125)
Ini bertentangan dengan firman Allah yang memuji para sahabat:
وَالسَّابِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَـٰنٍۢ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ
"Orang-orang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya." (QS. At-Taubah: 100)
Bantahan Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits
1. Islam Melarang Menyebarkan Fitnah
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ
"Sesungguhnya orang-orang yang menimbulkan fitnah kepada orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab yang membakar." (QS. Al-Buruj: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa menyebarkan fitnah adalah perbuatan yang diancam dengan hukuman berat.
2. Islam Mengajarkan Kejujuran
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
"Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga." (HR. Bukhari No. 6094, Muslim No. 2607)
Hadits ini mengajarkan kita untuk menjauhi fitnah dan selalu berpegang teguh kepada kebenaran.
Kesimpulan
Sejarah membuktikan bahwa Syiah telah berulang kali menyebarkan fitnah terhadap Islam dan kaum Muslimin. Dari pengkhianatan sejarah hingga penghinaan terhadap sahabat Nabi, Syiah selalu berusaha memecah belah umat. Ajaran mereka bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits, serta bertolak belakang dengan prinsip Islam yang mengajarkan persatuan dan kejujuran.
Sebagai Ahlus Sunnah, kita harus waspada terhadap propaganda mereka dan terus berpegang teguh pada ajaran Islam yang lurus. Semoga Allah menjaga kita dari kesesatan. Wallahu a'lam bish-shawab.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: