Syiahindonesia.com - Syiah merupakan salah satu sekte dalam Islam yang memiliki banyak perbedaan aqidah dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Salah satu keyakinan kontroversial mereka adalah anggapan bahwa kaum Sunni (Ahlus Sunnah) dianggap sebagai najis. Keyakinan ini tidak hanya merupakan klaim kosong, tetapi didukung oleh beberapa riwayat dalam kitab-kitab utama Syiah. Artikel ini akan mengulas keyakinan ini berdasarkan sumber otentik mereka dan membantahnya berdasarkan Al-Qur'an, hadits, dan pendapat ulama.
Bukti dari Kitab Syiah
1. Kitab "Al-Kafi" oleh Al-Kulaini
Dalam kitab utama Syiah, Al-Kafi, disebutkan bahwa non-Syiah dianggap najis:
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) قَالَ: "إِنَّ اللَّهَ خَلَقَنَا مِنَ الْعِلْمِ وَ صَيَّرَنَا مَعْدِنَهُ وَ خَلَقَ شِيعَتَنَا مِنَّا وَ جَعَلَ فِي قُلُوبِهِمْ مَا جَعَلَ فِي قُلُوبِنَا وَ خَلَقَ عَدُوَّنَا مِنَ النَّارِ وَ صَيَّرَهُمْ إِلَى النَّارِ"
Dari Abu Abdillah (Ja'far Shadiq) berkata: "Sesungguhnya Allah menciptakan kami (Ahlul Bait) dari ilmu, dan menjadikan kami sebagai sumbernya. Dia menciptakan Syiah kami dari kami, dan meletakkan dalam hati mereka sesuatu yang Dia letakkan dalam hati kami. Dan Dia menciptakan musuh kami dari api, dan menjadikan mereka kembali ke neraka." (Al-Kafi, Juz 1, Halaman 388)
Hadis ini jelas menunjukkan bahwa Syiah memandang selain mereka, termasuk Ahlus Sunnah, sebagai "musuh" dan berasal dari api neraka.
2. Kitab "Tafsir Al-Qummi"
Dalam tafsir Syiah, Tafsir Al-Qummi, dikatakan:
"إِنَّ النَّاصِبِيَّ وَالْمُخَالِفَ لَنَا نَجِسٌ بِمَعْنَى الْكَلْبِ وَالْخِنْزِيرِ."
"Sesungguhnya kaum Nashibi (mereka yang menolak Syiah) dan yang menentang kami adalah najis seperti anjing dan babi." (Tafsir Al-Qummi, Juz 2, Halaman 450)
Dalam terminologi Syiah, "Nashibi" sering kali digunakan untuk menyebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memandang Sunni sebagai najis dalam arti hakiki.
Bantahan Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits
1. Islam Mengajarkan Persaudaraan Sesama Muslim
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh kaum Muslimin, tanpa terkecuali, adalah saudara. Tidak ada ajaran dalam Islam yang membenarkan menganggap sesama Muslim sebagai najis hanya karena perbedaan mazhab.
2. Hadits Nabi tentang Larangan Mencela Muslim
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا
"Apabila seseorang berkata kepada saudaranya: 'Wahai kafir!' maka ucapan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya." (HR. Bukhari No. 6104, Muslim No. 60)
Hadits ini menjadi bukti bahwa mengkafirkan atau menganggap Muslim lain sebagai najis adalah tindakan yang sangat berbahaya, karena bisa berbalik kepada pelakunya sendiri.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ajaran Syiah yang menganggap Sunni sebagai najis bukanlah sekadar kesalahpahaman, tetapi memang tertulis dalam kitab-kitab mereka. Namun, anggapan ini bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits shahih. Islam mengajarkan persaudaraan, bukan perpecahan. Oleh karena itu, kita sebagai Ahlus Sunnah harus waspada terhadap propaganda Syiah dan tetap berpegang teguh pada aqidah yang lurus sesuai ajaran Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya.
Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang jelas dan menjadi peringatan bagi kaum Muslimin agar tidak terjerumus dalam kesesatan Syiah. Wallahu a'lam bish-shawab.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: